Update
pembinann 19 Februari 2016
oleh Ust.Abdul Rahman Sakka
Assalamu’alaikum
Wr.Wb.
Hay guys
selamat datang di blognya Aya yah. Blok ini berisi mengenai cerita-cerita
menarik serta beberapa ilmu yang bisa didapatkan disini yah guys. Semoga
bermanfaat!
Adab-Adab Berinteraksi Dengan Al-Qur’an
What is
Al-Qur’an??
Al-Qur’an
adalah qalamullah (firman Allah) yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW
melalui malaikan jibril di sebuah tempat yang bernama gua hira. Al-Qur’an
merupakan mukjizat yang diberikan kepada nabi Muhammad SAW. Al-Qur’an
diturunkan dengan berangsur-angsur selama 22 tahun, 2 bulan, dan 22 hari dan
terdiri dari 6666 ayat, 114 surah, dan 30 juz.
Lain
halnya dengan Nabi Musa ketika menerima kitab Taurat. Nabi Musa menerima secara
langsung tanpa berangsur-angsur selama 40 hari di bukit zina.
Mukjizat
merupakan suatu kelebihan yang diberikan kepada nabi dan rasul untuk
mempertahankan hidupnya ketika berhadapan dengan musuhnya. Mukjizat ini hanya
diberikan kepada nabi dan rasul yang berakhir setelah Rasulullah wafat.
Membaca
Al-Qur’an adalah ibadah dan berpahala. Siapa yang membaca Al-Qur’an 1 huruf
saja maka dia mendapat 1-10 kebaikan. Alangkah
sombongnya seorang hamba jika diberikan nikmat lantas tidak dipergunakan dengan
sebaik-baiknya.
Cara Memuliakan
Al-Qur’an
1.
Membangun Kecintaan Kita Kepada
Al-Qur’an.
Apapun yang kita cintai akan sulit untuk
berpisah. Demikian juga dengan Al-Qur’an, ketika kita sudah mencintai Al-Qur’an
maka kita akan merasa tidak nyaman ketika tidak membawanya. Habibi pernah
berkata ketika istrinya Ainun meninggal: “Telah hilang separuh jiwaku”
Al-Qur’an
harus kalian punya minimal 3 buah
a).
Al-Qur’an dan terjemahannya;
b).
Al-Qur’an tajwid; dan
c).
Al-Qur’an hafalan
2. Membacanya
Mencintainya
tidak hanya membawanya saja ke mana-mana, namun juga kita harus membacanya.
Karena dengan membaca Al-Qur’an (firman Allah), maka hati kita akan menjadi
tenang. Bacalah Al-Qur’an dengan suara yang merdu sesuai dengan kemampuan juga baca
sesuai dengan tajwid.
Adab-adab
Membaca Al-Qur’an
Dalam
membaca Al-Qur’an harus disertai adab-adabnya. Seorang hamba tidak akan
dihitung sebagai pembaca Al-Qur’an yang sebenarnya dan sempurna bacaannya
sehingga mendaptkan tempat di sisi Allah melainkan terlebih dahulu harus
melakukan hal-hal (adab-adab) berikut :
1). Mengikhlaskan niat hanya karena
Allah.
2). Menutup aurat dan berpenampilan sopan
dan baik.
3). Menghadap kiblat.
4).
Tidak menyentuh Mushaf Al-Qur’an kecuali dalam keadaan suci, baik dari hadats besar maupun hadats kecil
(menurut keyakinan).
5).
Dalam keadaan bersih dan suci dari najis baik badan, pakaian maupun tempat.
6).
Membersihkan mulut dengan menggosok gigi atau siwak.
7).
Berwudhu. Jadikan wudhu ini sebagai amalan sunnah kita. Amalan unggulan sahabat
Rasulullah seperti Abdul Rahman bin Auf : Amalan unggulannya adalah sedekah;
sedangkan Bilal mempunyai amalan unggulan rutin sholat 2 rakaat, dan wudhu
sebelum adzan.
8).
Membaca dalam keadaan duduk, bila membaca Al-Qur’an dengan berdiri atau
berbaring tetap mendapatkan pahala, hanya yang lebih utama membacanya dengan
duduk.
9).
Mengawali membaca dengan Ta’awwudz.
10).
Membaca Basmalah pada awal setiap surat kecuali Surat Bara’ah (At-Taubah).
11).
Tenang, thuma’ninah dan khusyu’.
12).
Menghayati dan merenungi makna Al-Qur’an.
13). Menghadirkan
dalam hati akan keagungan dan kemuliaan Al-Qur’an.
14).
Menghindari tertawa, gaduh, berbicara, makan, mengunyah permen dsb di sela-sela
tilawah.
15).
Tidak menoleh ke kanan dan ke kiri atau melihat sesuatu yang bisa memalingkan
dan mentadabburi kandungan Al-Qur’an.
16).
Tidak bermain-main dengan tangannya, menggoyang kepala ataupun berdendang saat
tilawah.
17).
Berusaha membaca dengan suara yang baik sesuai dengan kemampuan.
18).
Memperhatikan tajwid dan makhraj-makhraj huruf.
19).
Memperhatikan waqf, washal dan ibtida’.
20).
Melkukan sujud tilawah bila melewati ayat sajadah baik ketika di dalam shalat
maupun di luar shalat. Kecuali seorang ma’mum maka ia wajib mengikuti imamnya,
karena itu ia tidak boleh melakukan sujud tilawah sendiri sekiranya imam tidak
melakukannya.
21).
Menahan bacaan (atau jangan sambil membaca) ketika keluar angin, menguap,
bersin, batuk, dehem, sendawa, dsb.
22).
Ketika melewati ayat rahmat, berhenti sejenak dan berdoa memohon kepada Allah
dan ketika melewati ayat azab, berhenti sejenak dan berlindung kepada Allah.
23).
Berhenti membaca pada tempatnya untuk menjawab salam, menjawab adzan, menjawab
orang yang bertanya, mendo’akan orang yang bersin, dsb.
3.
Mengamalkannya.
Setelah
mencintai lalu membaca Al-Qur’an, kita harus mengamalkannya. Karena seseorang
yang tau ilmu lantas tidak mengamalkannya atau membagikan ilmunya kepada orang
lain maka dia adalah orang yang kikir.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar