Kamis, 25 Februari 2016

Al-Qur'an Is My Life Map

Tidak ada komentar:

Update pembinann 19 Februari 2016
 oleh Ust.Abdul Rahman Sakka
Assalamu’alaikum Wr.Wb.
Hay guys selamat datang di blognya Aya yah. Blok ini berisi mengenai cerita-cerita menarik serta beberapa ilmu yang bisa didapatkan disini yah guys. Semoga bermanfaat!


Adab-Adab  Berinteraksi Dengan Al-Qur’an


What is Al-Qur’an??
Al-Qur’an adalah qalamullah (firman Allah) yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW melalui malaikan jibril di sebuah tempat yang bernama gua hira. Al-Qur’an merupakan mukjizat yang diberikan kepada nabi Muhammad SAW. Al-Qur’an diturunkan dengan berangsur-angsur selama 22 tahun, 2 bulan, dan 22 hari dan terdiri dari 6666 ayat, 114 surah, dan 30 juz.
Lain halnya dengan Nabi Musa ketika menerima kitab Taurat. Nabi Musa menerima secara langsung tanpa berangsur-angsur selama 40 hari di bukit zina.
Mukjizat merupakan suatu kelebihan yang diberikan kepada nabi dan rasul untuk mempertahankan hidupnya ketika berhadapan dengan musuhnya. Mukjizat ini hanya diberikan kepada nabi dan rasul yang berakhir setelah Rasulullah wafat.
Membaca Al-Qur’an adalah ibadah dan berpahala. Siapa yang membaca Al-Qur’an 1 huruf saja maka dia mendapat 1-10 kebaikan.  Alangkah sombongnya seorang hamba jika diberikan nikmat lantas tidak dipergunakan dengan sebaik-baiknya.
Cara Memuliakan Al-Qur’an
1.      Membangun Kecintaan Kita Kepada Al-Qur’an.
Apapun yang kita cintai akan sulit untuk berpisah. Demikian juga dengan Al-Qur’an, ketika kita sudah mencintai Al-Qur’an maka kita akan merasa tidak nyaman ketika tidak membawanya. Habibi pernah berkata ketika istrinya Ainun meninggal: “Telah hilang separuh jiwaku”
      Al-Qur’an harus kalian punya minimal 3 buah
      a). Al-Qur’an dan terjemahannya;
      b). Al-Qur’an tajwid; dan
      c). Al-Qur’an hafalan
2.   Membacanya
Mencintainya tidak hanya membawanya saja ke mana-mana, namun juga kita harus membacanya. Karena dengan membaca Al-Qur’an (firman Allah), maka hati kita akan menjadi tenang. Bacalah Al-Qur’an dengan suara yang merdu sesuai dengan kemampuan juga baca sesuai dengan tajwid.
Adab-adab Membaca Al-Qur’an
Dalam membaca Al-Qur’an harus disertai adab-adabnya. Seorang hamba tidak akan dihitung sebagai pembaca Al-Qur’an yang sebenarnya dan sempurna bacaannya sehingga mendaptkan tempat di sisi Allah melainkan terlebih dahulu harus melakukan hal-hal (adab-adab) berikut :
                        1). Mengikhlaskan niat hanya karena Allah.
                        2). Menutup aurat dan berpenampilan sopan dan baik.
                        3). Menghadap kiblat.
4). Tidak menyentuh Mushaf Al-Qur’an kecuali dalam keadaan suci, baik dari hadats besar maupun hadats kecil (menurut keyakinan).
5). Dalam keadaan bersih dan suci dari najis baik badan, pakaian maupun tempat.
6). Membersihkan mulut dengan menggosok gigi atau siwak.
7). Berwudhu. Jadikan wudhu ini sebagai amalan sunnah kita. Amalan unggulan sahabat Rasulullah seperti Abdul Rahman bin Auf : Amalan unggulannya adalah sedekah; sedangkan Bilal mempunyai amalan unggulan rutin sholat 2 rakaat, dan wudhu sebelum adzan.
8). Membaca dalam keadaan duduk, bila membaca Al-Qur’an dengan berdiri atau berbaring tetap mendapatkan pahala, hanya yang lebih utama membacanya dengan duduk.
9). Mengawali membaca dengan Ta’awwudz.
10). Membaca Basmalah pada awal setiap surat kecuali Surat Bara’ah (At-Taubah).
11). Tenang, thuma’ninah dan khusyu’.
12). Menghayati dan merenungi makna Al-Qur’an.
13). Menghadirkan dalam hati akan keagungan dan kemuliaan Al-Qur’an.
14). Menghindari tertawa, gaduh, berbicara, makan, mengunyah permen dsb di sela-sela tilawah.
15). Tidak menoleh ke kanan dan ke kiri atau melihat sesuatu yang bisa memalingkan dan mentadabburi kandungan Al-Qur’an.
16). Tidak bermain-main dengan tangannya, menggoyang kepala ataupun berdendang saat tilawah.
17). Berusaha membaca dengan suara yang baik sesuai dengan kemampuan.
18). Memperhatikan tajwid dan makhraj-makhraj huruf.
19). Memperhatikan waqf, washal dan ibtida’.
20). Melkukan sujud tilawah bila melewati ayat sajadah baik ketika di dalam shalat maupun di luar shalat. Kecuali seorang ma’mum maka ia wajib mengikuti imamnya, karena itu ia tidak boleh melakukan sujud tilawah sendiri sekiranya imam tidak melakukannya.
21). Menahan bacaan (atau jangan sambil membaca) ketika keluar angin, menguap, bersin, batuk, dehem, sendawa, dsb.
22). Ketika melewati ayat rahmat, berhenti sejenak dan berdoa memohon kepada Allah dan ketika melewati ayat azab, berhenti sejenak dan berlindung kepada Allah.
23). Berhenti membaca pada tempatnya untuk menjawab salam, menjawab adzan, menjawab orang yang bertanya, mendo’akan orang yang bersin, dsb.
3. Mengamalkannya.
Setelah mencintai lalu membaca Al-Qur’an, kita harus mengamalkannya. Karena seseorang yang tau ilmu lantas tidak mengamalkannya atau membagikan ilmunya kepada orang lain maka dia adalah orang yang kikir.



Loefa-Cebook Facebook

Pages